Sabtu, 29 Agustus 2009

Masa Depan Berkat Ilmu yang di Tuntut Hari Ini


Hadits Abu Darda RA, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘’Barang siapa pergi karena menginginkan ilmu dan mempelajarinya karena Allah, maka Allah akan membukakan pintu baginya menuju surga dan malaikat membentangkan sayapnya dan meliputinya dari segenap penjuru serta malaikat-malaikat langit dan hewan-hewan laut memohonkan ampunan dan rahmat baginya. Seorang yang berilmu memiliki keutamaan dari seorang yang beribadah seperti bulan pada malam bulan purnama dibandingkan dengan bintang yang terkecil di langit, dan para ulama adalah para pewaris para nabi, sedangkan para nabi tidak mewariskan satu dinar atau dirham pun kepada mereka, tetapi nabi-nabi telah mewariskan ilmu. Maka barang siapa mengambilnya (ilmu) maka ia telah mengambil keberuntungannya.’’ (HR Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).
Orang bijak mengatakan bahwa dengan seni hidup menjadi indah, dengan kitab suci (al-Qur’an) hidup menjadi terarah, dan dengan ilmu ditaklukkan dunia. Dapat dibayangkan bagaimana kehebatan ilmu menaklukkan dunia. Coba lihat sekarang dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, jarak yang begitu jauhnya dapat ditempuh dalam waktu yang relatif singkat. Pesatnya penemuan teknologi moderen dapat menghadirkan berbagai peristiwa di belahan bumi yang jauh di sana dengan menghadirkannya lewat perkomunikasian dan pertelekomunikasian seperti televisi, radio, telepon, telegram, dan sebagainya. Dengan pesawat terbang jarak yang jauh yang seharusnya ditempuh dalam waktu sebulan, dapat ditempuh dalam waktu kurang dari dua hari atau tiga hari. Itulah ilmu dan manfaatnya. Manfaat ilmu tidak hanya dirasakan oleh mereka yang belajar dan yang menciptakannya, tetapi juga oleh mereka yang memakai teknologi itu. Mereka merasakan betapa lezatnya hakikat ilmu bagi kehidupan kini dan mendatang (Syaiful Bahri Djamarah,2002:20)
Berdasarkan hadits dan pendapat yang dikutip di atas tampak jelas, bahwa menuntut ilmu itu adalah suatu pekerjaan yang mulia, pekerjaan yang sangat diridhai Ilahi. Sehingga dikatakan bahwa yang menuntut ilmu akan didoakan oleh para malaikat. Dengan demikian betapa mulianya orang yang menuntut ilmu itu. Dan juga dapat dipahami bahwa penuntut ilmu itu akan selalu dimuliakan di sisi Ilahi. Sebagaimana yang diurai di atas, bahwa si penuntut ilmu akan dibukakan buat mereka pintu untuk menuju surga. Tentu semuanya ini tidak akan diungkapkan kecuali disebabkan karena keutamaan ilmu tersebut.
Menuntut ilmu itu sebagaimana hadits lain mengatakan, bahwa tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina. Dan hadits lain juga mengatakan, bahwa tuntutlah ilmu mulai dari ayunan sampai ke liang lahat. Di sini jelas, bahwa menunut ilmu itu adalah suruhan Allah. Sebab orang yang berilmu itu derajatnya akan lebih tinggi dari orang-orang yang tidak berilmu. Karena ilmu harkat dan martabat manusia akan terangkat dan merekapun akan dihargai di dalam komunitas masyarakatnya. Begitulah daya pikat, daya magnit ilmu, dan agaknya bukanlah suatu kesia-siaan apabila seseorang itu menuntut ilmu.
Tentu di sini yang dimaksud dengan menunut ilmu itu adalah mencari ilmu dengan berbekal ridha Allah. Mencari ilmu merupakan suatu kewajiban, tapi mencari ilmu di sini seharusnya diartikan adalah mencari ilmu karena Allah, bukanm karena ingin mendapat gelar, ingan sanjungan, untuk mempertinggi kedudukan dan yang sejenisnya dengan itu. Apabila tujuan menuntut ilmu seperti yang kita urai di atas, agaknya hal ini tidak termasuk ke dalam kategori hadits yang kita nukilkan di atas. Di sini yang dimaksud dengan penuntut ilmu itu adalah orang-rang yang menuntut ilmu hanya karena Allah semata-mata.
Bertitik tolak dari penjelasan tersebut, seorang siswa alangkah punya berkahnya apabila mereka menuntut ilmu dengan penuh kemauan, penuh iktikad, penuh dengan kesadaran semenjak mereka masih kecil, masih muda. Dengan ketekunan yang dipunyai, dengan tekad dan niat yang ikhlas, maka ilmu yang mereka tuntut itu insyaallah pada akhirnya kelak akan dapat menyejahterakan hidup mereka.
Menuntut ilmu bukan suatu paksaan, menuntut ilmu adalah dengan kesadaran yang penuh dan dengan ketekunan, serta dengan kerajinan yang datang dari lubuk hati. Apabila ditanamkan di lubuk hati, bahwa menunut ilmu itu perlu, menuntut ilmu itu wajib, menunut ilmu akan mendatangkan manfaat guna, maka insyaallah si penuntut ilmu itu tidak akan pernah bosan, tidak akan pernah lalai, malas untuk menuntut ilmu. Sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas, bahwa menuntut ilmu seharusnya sepanjang hayat. Dan janganlah ada di simpan di dalam otak, bahwa menuntut ilmu itu hanya untuk mencari titel yang kelak akan menaikkan jabatan. Biasanya bagi manusia-manusia seperti ini ilmunya tidak akan bermanfaat guna bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Oleh sebab itu hal seperti ini agaknya sangat perlu dianalisis ulang, sehingga kelak ilmu yang sudah dituntut itu bermanfaat bagi kehidupan, bagi kemaslahatan masyarakat.
Orang-orang yang selalu tekun menuntut ilmu di masa awal, pada masa kecil, maka ilmu mereka kelak akan bermanfaat untuk diri mereka, untuk kehidupan dan malahan untuk masyarakatnya. Sebab dengan adanya ilmu itu dituntut, kemudian dapat direalisasikan hasilnya ke tengah-tengah masyarakat, maka ini tentu ilmu yang dimiliki itu sudah memberikan manfaat kepada masyarakat. Dalam hal ini perlu diketahui, bawah tidak semua orang yang mampu untuk menuntut ilmu sampai ke jenjang Perguruan Tinggi. Adakalanya disebabkan otaknya yang tidak mau diasuh lagi, adakalanya pula disebabkan biaya yang tidak mencukupi atau mungkin disebabkan faktor lainnya. Oleh sebab itu alangkah baiknya bagi yang punya kesempatan untuk menuntut ilmu sampai ke Perguruan Tinggi, manfaatkanlah dengan seefisien mungkin, sehingga ilmu itu kelak akan bermuara kepada masyarakat, dan akan menyejahterakan, serta membuat masyarakat menjadi tenang, aman dan damai. Masaallah betapa beruntungnya orang-orang yang mempunyai ilmu seperti demikian itu.
Kini marilah bertanya kepada diri sendiri, apakah menuntut ilmu itu penting atau tidak. Agaknya tak ada yang akan mengatakan bahwa menunut ilmu tidak penting, kecuali bagi orang-orang yang tidak berilmu. Merekalah yang akan mengatakan bahwa menuntut ilmu itu tidak penting. Sebab mereka tidak mengetahui hakikat dari menunut ilmu dan memunyai ilmu.
Di akhir kalam ini penulis kembali menggugah para penuntut ilmu. Tuntutlah ilmu sepanjang saat. Sebab menuntut ilmu itu tidak punya batas, tidak ada satu haditspun mengatakan bahwa menuntut ilmu terakhir adalah pada umur sekian atau pada masa muda saja. Menuntut ilmu tidak punya batas sama sekali, menuntut ilmu itu adalah dilakukan sepanjang hayat manusia. Namun yang jelas dan pasti orang-orang yang selalu menuntut ilmu, maka mereka tidak akan pernah ketinggalan tentang perkembangan ilmu pengetahuan.
Ketahuilah pada zaman ini lalai saja manusia sekian detik untuk mengikuti perkembangan ilmu, maka mereka akan ketinggalan. Hal ini dapat saja kita lihat contoh ke ponsel. Ponsel yang selalu ikut dengan anda, yang selalu anda permainkan dengan jari jemari anda, akan selalu mengalami perkembangan setiap saat. Sehingga apa yang anda beli dan yang anda pakai hari ini, maka besok sudah datang lagi yang baru. Apabila tidak diikuti, maka anda akan selalu ketinggalan dengan perkembangan ponsel tersebut. Nah begitu pula dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan pengetahuan pada zaman ini sungguh luar biasa. Dapat dikatakan, kalau seseorang tidak menguasai, tidak mampu bermain internet, maka mereka akan selalu ketinggalan dalam hal perkembangan ilmu. Sebab di dalam internet tersebut ada segalanya, anda mau apa saja yang bernama ilmu, malahan yang ilmu negatifpun ada di dalam internet.
Untuk itu marilah kita selalu belajar, dan bagi yang masih pemula (anak-anak dan remaja, janganlah anda berhenti di tengah jalan selagi orang tua anda mempunyai kemampuan untuk menyekolahkan anda. Anda berhenti belajar (sekolah) hari ini, maka penyesalan sepanjang detik akan anda rasakan tahun depan. Kembalilah merenung wahai ananda, semoga anda selalu mempunyai kemauan untuk belajar. Amin!***
(jambi pos)

Selasa, 02 Juni 2009

SUSU SAPI TAK LAYAK UNTUK ANAK MANUSIA


Tidak ada makhluk di dunia ini yang ketika sudah dewasa masih minum susu -kecuali manusia. Lihatlah sapi, kambing, kerbau, atau apa pun: begitu sudah tidak anak-anak lagi tidak akan minum susu. Mengapa manusia seperti menyalahi perilaku yang alami seperti itu?

"Itu gara-gara pabrik susu yang terus mengiklankan produknya," ujar Prof Dr Hiromi Shinya, penulis buku yang sangat laris: The Miracle of Enzyme (Keajaiban Enzim) yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama. Padahal, katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia. Manusia seharusnya hanya minum susu manusia. Sebagaimana anak sapi yang juga hanya minum susu sapi. Mana ada anak sapi minum susu manusia, katanya.

Mengapa susu paling jelek untuk manusia? Bahkan, katanya, bisa menjadi penyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita. Akibat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat. Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa mengeluarkan cadangan "enzim induk" yang seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, peminum susu akan lebih mudah terkena osteoporosis.

Profesor Hiromi tentu tidak hanya mencari sensasi. Dia ahli usus terkemuka di dunia. Dialah dokter pertama di dunia yang melakukan operasi polip dan tumor di usus tanpa harus membedah perut. Dia kini sudah berumur 70 tahun. Berarti dia sudah sangat berpengalaman menjalani praktik kedokteran. Dia sudah memeriksa keadaan usus bagian dalam lebih dari 300.000 manusia Amerika dan Jepang. Dia memang orang Amerika kelahiran Jepang yang selama karirnya sebagai dokter terus mondar-mandir di antara dua negara itu.

Setiap memeriksa usus pasiennya, Prof Hiromi sekalian melakukan penelitian. Yakni, untuk mengetahui kaitan wujud dalamnya usus dengan kebiasaan makan dan minum pasiennya. Dia menjadi hafal pasien yang ususnya berantakan pasti yang makan atau minumnya tidak bermutu. Dan, yang dia sebut tidak bermutu itu antara lain susu dan daging.

Dia melihat alangkah mengerikannya bentuk usus orang yang biasa makan makanan/minuman yang "jelek": benjol-benjol, luka-luka, bisul-bisul, bercak-bercak hitam, dan menyempit di sana-sini seperti diikat dengan karet gelang. Jelek di situ berarti tidak memenuhi syarat yang diinginkan usus. Sedangkan usus orang yang makanannya sehat/baik, digambarkannya sangat bagus, bintik-bintik rata, kemerahan, dan segar.

Karena tugas usus adalah menyerap makanan, tugas itu tidak bisa dia lakukan kalau makanan yang masuk tidak memenuhi syarat si usus. Bukan saja ususnya kecapean, juga sari makanan yang diserap pun tidak banyak. Akibatnya, pertumbuhan sel-sel tubuh kurang baik, daya tahan tubuh sangat jelek, sel radikal bebas bermunculan, penyakit timbul, dan kulit cepat menua. Bahkan, makanan yang tidak berserat seperti daging, bisa menyisakan kotoran yang menempel di dinding usus: menjadi tinja stagnan yang kemudian membusuk dan menimbulkan penyakit lagi.

Karena itu, Prof Hiromi tidak merekomendasikan daging sebagai makanan. Dia hanya menganjurkan makan daging itu cukup 15 persen dari seluruh makanan yang masuk ke perut.

Dia mengambil contoh yang sangat menarik, meski di bagian ini saya rasa, keilmiahannya kurang bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya, dia minta kita menyadari berapakah jumlah gigi taring kita, yang tugasnya mengoyak-ngoyak makanan seperti daging: hanya 15 persen dari seluruh gigi kita. Itu berarti bahwa alam hanya menyediakan infrastruktur untuk makan daging 15 persen dari seluruh makanan

PELARIAN MANOHARA


Manohara Odelia Pinot tidak mau kedatangnnya ke Indonesia disebut sebagai melarikan diri dari Kesultanan Kelantan, Malaysia. Foto model yang diperistri Pangeran Tengku Muhammad Fakhry ini mengaku hanya ingin pulang.
"Ini bukan escape, Mano hanya ingin pulang," ujar Mano pada wartawan di Gedung Aria Bima, Jl Rasuda Said, Jakarta, Senin (1/6/2009).
Bantahan tersebut ditegaskan oleh Ibundanya, Daisy Fajarina. Menurut dia, kepulangan anaknya ke Indonesia adalah untuk pulang kampung sembari menyampaikan bukti-bukti terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya, Tengku M Fakhry. Suami Mano ini adalah putra nomor empat Sultan Kelantan, Malaysia.
"Memang Mano ingin pulang, jadi jangan sebut melarikan diri. Dia ingin menunjukkan bahwa memang ada apa-apa," tegas Daisy.
Sebelumnya Manohara, Minggu (31/5/2009) membuat pengakuan yang dramatis tentang upayanya untuk pulang ke Indonesia. Mano melawan petugas Kesultanan Kelantan yang menghalanginya bertemu sang ibu di Singapura. Mano juga berteriak-teriak dan berulangkali memencet tombol emergency lift sehingga polisi Singapura berdatangan menolongnya. (DETIK.COM)

KISAH MANOHARA


Manohara Odelia Pinot adalah model belia kelahiran Jakarta, 28 Februari 1992. Lahir dari seorang ibu keturunan bangsawan Bugis, Daisy Fajarina dan ayah berkebangsaan Perancis, Reiner Pinot Noack, tak heran jika Manohara, nama panggilannya, mewarisi wajah dan bentuk tubuh yang rupawan.

Namanya mulai melambung saat masuk ke dalam daftar 100 Pesona Indonesia oleh Majalah Harper's Bazaar. Di usia yang masih belia ia sudah memiliki cita-cita mulia, yakni mempunyai sebuah yayasan sosial, guna membantu sesamanya yang kurang mampu.

Sayangnya kehidupan model yang menyukai belajar bahasa dan seni ini tak seindah yang dibayangkan sebelumnya. Manohara harus menikah muda dengan seorang pangeran dari Malaysia, Tengku Muhammad Fakhry di usianya yang masih 16 tahun.

Hal ini bermula dari pertemuan Manohara dengan Tengku Fakhry di bulan Desember 2006. Mereka dipertemukan dalam acara jamuan makan malam. Dari situlah, sang pangeran jatuh hati. Meski terpaut selisih usia, namun akhirnya kedua insan ini berpacaran dengan seijin ibunda Manohara, Daisy.

Tak lama setelah itu, Tengku Fakhry menyatakan keinginannya untuk memperistri mantan kekasih Ardie Bakri ini. Pada 17 Agustus 2008, Manohara beserta keluarga berangkat ke Malaysia atas undangan keluarga Tengku Fakhry.

Meski terkesan terlalu cepat dan sempat tidak menyetujui, namun akhirnya pasangan ini menikah pada 26 Agustus 2008. Ternyata pernikahan ini tak seindah bayangan sang Bunda, Daisy. Manohara ternyata tak bahagia dan kabur ke Jakarta melalui Singapura pada akhir 2008.

Mengetahui sang istri kabur, Tengku Fakhri berusaha membujuk sang istri untuk kembali pulang. Tak tanggung-tanggung, sang pangeran menghadiahi Manohara dengan sebuah mobil di hari ulang tahun Manohara pada 25 Februari 2009.

Tak hanya membujuk sang istri, Tengku Fakhry berusaha mengambil hati keluarga Manohara pula. Sang pangeran mengajak Manohara beserta keluarga untuk umroh di akhir Februari 2009. Di sinilah mulai terjadi peristiwa yang membuat sang bunda kalang kabut. Saat pulang, keluarga Manohara ditinggal begitu saja, sedang Manohara dan sang suami sudah dinaikkan ke pesawat.

Sekembalinya ke tanah air, pada pertengahan Maret 2009, Daisy melaporkan kejadian ini kepada Raja Kelantan, Malaysia namun tidak ada respon hingga saat ini. Bahkan Daisy mendapatkan pencekalan di Malaysia.





Setelah menempuh berbagai jalan guna mengetahu kondisi Manohara, akhirnya pada Mei 2009, Daisy dapat berkomunikasi dengan Manohara meski hanya lewat telepon. Hal ini dapat terlaksana dengan bantuan dari Dato Khadar Syah, wakil resmi dari Kerajaan Kelantan. (Sumber kapan lagi.com)

Selasa, 17 Maret 2009

LG Flatron L206WU, Satu Grafis untuk 6 Monitor


Beberapa gamer dan pekerja profesional biasanya menggunakan lebih dari satu monitor sebagai perangkat displai agar dapat mengerjakan banyak tugas sekaligus dengan cepat dan lebih mudah. Multi monitor seperti ini umumnya diwujudkan lewat sistem dual video output melalui koneksi kartu grafis yang sekarang memang mendukung penggunaan monitor ganda maupun dengan sistem SLI atau CrossFire untuk penggunaan lebih dari 2 monitor.

Nah, solusi dari LG lewat monitor seri Flatron L206WU ini agak unik karena mampu mewujudkan displai sampai 6 monitor sekaligus dengan hanya sebuah kartu grafis. Keren bukan?

Produk yang disebut tipe monitor MultiLink ini ternyata bekerja dengan memanfaatkan koneksi USB pada monitor (upstream dan downstream) yang dikontrol melalui software DisplayLink Core untuk menciptakan displai secara klon (kembar dengan monitor utama) maupun extend (memperluas area displai). Dengan begini pemakai dapat menggandakan tampilan monitor utama ke 5 monitor lainnya, atau membuka beberapa lembar kerja sekaligus seperti menjalankan tabel spreadsheet di monitor pertama, membuka pengolah kata di monitor kedua, menonton film di monitor ketiga, dan seterusnya, cukup dengan satu PC saja. Asyik ya.

***


Satu lagi kemudahan yang ditawarkan lewat monitor berukuran 20” ini adalah keluwesannya memutar bingkai layar dari posisi normal ke posisi vertikal. Posisi berdiri semacam ini biasanya disukai mereka yang sering mendesain grafis atau membaca naskah digital. Sayangnya, sistem multi monitor ini tidak bisa disambungkan dengan monitor merek lainnya. Jadi jika ingin mendapatkan manfaat maksimal setidaknya Anda harus memakai 2 seri L206WU. Namun percayalah, begitu Anda mencoba sistem multi monitor yang tidak ruwet dengan kabel VGA ini, Anda akan banyak merasakan manfaatnya untuk bekerja secara mulitasking.

Sumber: InfoKomputer

PLUS: Kualitas displai bagus; sistem multi monitor; bisa diposisikan horisontal dan vertikal; waktu respon cepat; ringan.

MINUS: Tanpa speaker internal; MultiLink harus dengan seri sejenis.

SKOR PENILAIAN
(maksimal 5)
Kinerja : 4,5
Fasilitas : 4,5
Kemudahan : 4
Harga : 3,5
Skor Total : 4,2

SPESIFIKASI : LG FLATRON L206WU
Ukuran : 20,1” (wide 16:10)
Interface: D-sub/DVI-D/USB
Pixel Pitch: 0,285 mm
Resolusi: 1680x1050 @60Hz
Contrast Ratio : 5000:1 (dinamis)
Brightness: 300cd/m2
Response Time: 2ms
Sudut Pandang (horizontal/vertikal): 170/170 derajat
Dimensi (plt): 47,1x6,2x40,2 cm
Daya Listrik Max (aktif/standby/saving): 45/1/1 watt
Bobot (net): 4,6kg
Garansi: 1 tahun
Situs Web: www.lge.com
Harga kisaran* : US$ 375
* LG Electronics Indonesia, (021) 5366-0309/5366-0789.

Kamis, 26 Februari 2009

Selamat Tinggal Mouse Pad!


Teknologi BlueTrack yang diperkenalkan Microsoft Hardware, Selasa (2/12) di Plaza fX, membuat era mouse pad berakhir. Pasalnya teknologi yang melekat dalam Microsoft Explorer Mouse dan Explorer Mini Mouse yang juga sekaligus diluncurkan, membuat mouse atau tetikus elektronik ini dapat digunakan di segala jenis permukaan.

Menurut Regional Marketing Manager SEA Microsoft Hardware, Katherine Teu, mouse atau tetikus ini unggul di segala jenis permukaan bahkan di atas permukaan berkilau sekalipun. Permukaan berkilau merupakan kelemahan dari mouse atau tetikus laser yang selama ini memaksa pengguna notebook atau komputer untuk menggunakan mouse pad. Begitu pula jika berada di atas karpet atau permukaan berbulu.

“Optik Specular Biru menghasilkan pencitraan permukaan yang lebih detail meski diterapkan pada permukaan yang berkilau seperti granit dan marmer,” ujar Katherine.

Cahaya biru juga membantu menghasilkan penggambaran resolusi dan kontras tinggi untuk navigasi lebih baik. Begitu pula dengan teknologi yang membuat jangkauan cahaya yang empat kali lebih luas dan lebih baur membantu penjejakan di permukaan yang tidak biasa seperti di atas karpet, dimana cahaya yang lebih kecil bisa lenyap di antara serat-serat karpet. Penerapan sumber cahaya yang dibaurkan pada mouse merupakan teknologi milik Microsoft.

Sementara itu, ketika mouse laser juga terganggu kinerjanya di atas permukaan yang kotor dan berdebu, cahaya biru inkoheren membuat Explorer Mouse dan Explorer Mini Mouse tidak mudah terganggu debu, sehingga kualitas sinyal yang dipantulkannya terjaga. Oleh karena itu, di lingkungan yang kotor sekalipun, mouse atau tetikus ini tetap bisa dipakai.

“Kami cuma ingin membantu mengurangi kerepotan pengguna komputer, apalagi notebook dalam membawa, memasukkan dan mengeluarkan mouse pad di mana saja,” ujar Director of Small and MidMarket Solutions and Partners Group Microsoft Indonesia, Lucas Tjahja Prawira. Selamat tinggal mouse pad!

Mouse untuk Tuna Netra


GloriaNet - Kebutaan bukan kendala untuk mempelajari komputer. Para ilmuwan kini tengah mengembangkan mouse komputer dengan memanfaatkan teknologi suara yang bisa diakses oleh para penderita tunanetra. Demikian pemberitaan harian Sinar Harapan.

Mike Burton dari Glasgow University dalam festival tahunan British Association for the Advancement of Science mengatakan mouse tersebut bergetar setiap kali menunjuk baris pada layar komputer. Ini membuat para penderita tunanetra mengetahui arah-arah kursor.

"Teknik ini merupakan cara terbaik bagi penderita tunanetra untuk memperoleh informasi," ujar Burton. Ia mengatakan satu dari tugas tersulit yang dihadapi para penderita tuna netra adalah memahami informasi data.

Memperkuat temuan ini, Stephen Brewster dari Glasgow University mengatakan timnya tengah membangun sound graph yang dapat dikombinasikan dengan mouse tersebut. Baris pada graph diwakili dengan nada yang bisa berubah-ubah menurut arah baris, naik atau turun.

Beberapa nada dapat mewakili baris berbeda dari graph yang sama ketika pengguna memasukkan "soundscape". "Anda dapat memperoleh informasi yang lengkap hanya dengan menggunakan suara," ujar Brewster. (GCM/*)